Tips Belanja Di Minimarket/Supermarket

Seringkali kesel saat berbelanja di supermarket atau minimarket di sekitaran tempat tinggal atau kantor Anda? Tenang, Anda tidak sendiri. Kekesalan paling banyak dari beberapa customer dipicu oleh ketidaksamaan harga satu barang yang terdaftar di display dengan yang terekam di computer kasir. Banyak hal yang lain yang terkadang sukai buat bete yaitu jumlah kembalian yang tidak cocok dengan yang semestinya, yang dalam hal semacam ini jumlahnya kurang dari jumlah yang tercantum di struk berbelanja. Selebihnya mungkin saja lebih ke service yang dipandang kurang memuaskan serta banyak hal beda seperti tidak lengkapnya stock barang di satu toko.

Saya sempat menulis uneg-uneg mengenai pengalaman terima kembalian yang kurang di situs (blog) saya yang terdahulu. Ada buaaaaanyak komentar dari pembaca. Ada yang membela saya serta mengamini apa yang saya rasakan karna alami hal yang sama bahkan juga menurut dia lebih jelek. Tapi tidak sedikit juga yang kontra serta ngata-ngatain saya jadi orang pelit yang pastinya masuk neraka jahanam. *enggak pelit saja saya pastinya masuk kok. Hehehe.
Apa sich Panduan Berbelanja Di Minimarket/Supermarket Yang Tidak Pakai Kesal

Belajar dari pengalaman pribadi serta beberapa orang di sekitaran saya, kesempatan ini saya berusaha untuk menuliskan sebagian panduan berbelanja anti KZL di Supermarket atau minimarket. Apa sajakah sich yang perlu dikerjakan agar kita tetaplah happy serta senang saat keluar dari toko?

Gunakan brosur

Banyak toko yang saat ini memakai media brosur serta leaflet untuk promosi harga terjangkau ditempat mereka. Bisa lho kadang-kadang kita ambil brosur ini untuk bahan mencari barang murah. Janganlah lupa juga untuk membawa brosur ini saat berbelanja. Ribet sangat? Ya memanglah agak ribet. Tapi maksudnya agar kita dapat mencocokkan bebrapa bila barang yang kita beli masuk dalam item promo, tapi si kasir lupa menginfokan pada customer. Sempat peristiwa lho di mana harusnya customer terima gratis barang sesudah berbelanja barang spesifik tapi si kasir tidak memberi bonus barangnya. Nah, maksud brosur ini sebagai pengingat serta basic dari komplain kita pada yang berkaitan. Kelak bila brosurnya telah tidak kepake, dapat buat bungkus juga kan?

Ambillah photo harga barang di display

Terkadang, ribut-ribut berlangsung di ruang kasir. Gara-garanya si customer tidak terima sama harga barang yang berlainan pada yang di rack display dengan yang berada di computer. Di rack harga nya berapakah, demikian nyampe kasir harga nya jadi berapakah. Iya jika harga nya lebih murah, bermakna itu bonus buat kita. Nah bila harga nya jauh berlainan, kita pastinya akan terasa keberatan. Bukanlah apa-apa, terkadang kita mengambil keputusan untuk beli barang keperluan itu kan juga karna argumen harga terjangkau atau potongan harga. Nah, bila nyatanya harga nya tidak sesuai sama harapan? Bisa dong kita komplain. Berdasar pada pengalaman saya, ambil photo harga di display dengan camera handphone cukup menolong lho? Bila contoh berlangsung ketidaksamaan harga yang penting, kita dapat perlihatkan saja photo barang yang disebut. Sama dengan brosur, photo ini dapat dipakai jadi basic dari yang dirasakan kita. Seringkali memanglah, ada toko yang memberlakukan kebijakan “Apabila berlangsung ketidaksamaan harga pada label dengan kasir, harga yang berlaku yaitu yang berada di mesin kasir”. Bila telah begini kita mah telah tidak dapat komplain. Pada akhirnya ketentuan berada di tangan kita, apakah ingin lanjut beli atau batalkan saja berbelanja barang itu. Oh iya, ketidaksamaan harga ini umumnya dipicu karna sisi checker belum juga ganti display harga hingga tidak berlangsung persamaan pada keduanya. Mungkin saja karna tidak sempat atau mungkin saja karna males? Tidak tahu deh, namanya juga manusia.

Gunakan debet/credit card

Kesel karna kembalian sukai kurang atau ditukar permen? Tenang. Kesel bisa kesel. Tapi bila sangat mungkin, kerjakan pembayaran dengan kartu debet atau credit. Mengapa? Karna jumlahnya tentu cocok! Terlepas dari peluang kekeliruan pencet nominal di mesin EDC, membayar dengan kartu ini tambah nyaman mengingat jumlah bayarnya dapat sesuai sama. Bila problemnya yaitu minimum pembelian, sebagian minimarket telah keluarkan product kartu pandai yang dapat dipakai untuk membayar belanjaan berapapun jumlahnya. Kartu ini seperti e-wallet serta dapat di isi ulang. Dengan membayar memakai kartu debet/credit ini paling tidak kita dapat meminimalkan aksi oknum kasir yang (dinilai beberapa orang) kurang pantas dengan memberi kembalian kurang dari yang semestinya. Nah, bila contoh belanjanya kurang dari minimum penggunaan kartu debet, harus bagaimana? baca panduan berbelanja selanjutnya.

Ikhlaskan saja

Ya, ikhlaskan saja. Dari pada Anda disumpahin pelit serta akan masuk neraka jahanam tujuh turunan, mending bersiap saja bila si kasir memberi kembalian kurang dari yang semestinya di terima. Seratus dua ratus perak terkadang memanglah dapat menyebabkan keributan bila kita tidak mengikhlaskan. Kesel sich, terlebih bila tahu berapakah banyak customer yang diperlakukan begini. Tapi ya sudahlah, bila memanglah Anda bukanlah type pejuang recehan, baiknya ngomel diluar toko saja serta putuskan tak perlu kembali sekali lagi ke toko itu. Banyak kok kasir yang ingin kasih kembalian pas sesuai sama jumlah. Tapi kita juga janganlah egois, bila contoh kasir keunggulan ngasih kembalian, ya kita mesti jujur. Bila seratus dua ratus perak, janganlah lupa katakan terima kasih. Bila contoh seribu dua ribu, atau sampai beberapa puluh ribu, ya janganlah enggan untuk kembalikan. Janganlah pura-pura tidak tahu serta berasumsi itu rezeki karna kekeliruan si kasir. Ati-ati, masuk neraka beneran lho?

Konfrontasi!

Sebentar, janganlah cepat-cepat anarkis. Yang ini spesial untuk Anda yang didapatkan permen oleh kasir jadi kembalian. Konfrontasikan saja! Buat saya sich masih tetap mending kurang kembalian dari pada di beri permen untuk kembalian. Bukanlah apa-apa, permen itu bukanlah alat bayar yang sah dalam perdagangan moderen seperti sekarang ini. Terkecuali kita hidup di zaman semua barter serta kita sepakat, tidak jadi masalah. Tapi bila senantiasa saja di beri permen untuk kembalian, kita butuh “berteriak”. Supaya pihak toko juga paham kalau menyiapkan uang receh itu perlu. Bank bersedia kok bila ada yang ingin menukar uang receh. Ini yaitu tanggung jawab mereka. Masih tetap ingat cuplikan popular atau kalimat sakti beberapa korban kembalian permen kan? “memang nya anda ingin bila saya bayar belanjaan ini semua pakai permen?! ” *sambil gunakan tampang preman.

Nah, itu dia sebagian panduan berbelanja dari saya. Untuk beberapa orang, belanja yaitu satu therapy pembasmi stres. Tapi bila KZL setiap kali berbelanja, bukannya hilang jadi uring-uringan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *