Inovasi Bisnis Kunci Sukses Pelaku Usaha

Pengusaha muda semestinya berbeda dengan umumnya pelaku bisnis lainnya. Biasanya kaum muda lebih mudah menerima perubahan, adaptif, fleksibel, tidak teoritis, kreatif dan dinamis. Selain itu kaum mufa umumnya juga agresif, berani menerima risiko (risk taking), dan 'unik'.

Target pengusaha muda biasanya adalah menciptakan perubahan, menjadi eksis, dikenal, dan mampu memberikan manfaat yang besar. Bukan hanya puas dengan buka satu toko, punya omzet sekian dan sekian, tapi terus berkembang dan berkembang. Apalagi pengusaha yang berumur muda ini biasanya tidak berpikir ‘hanya mencari uang tambahan’ seperti kebanyakan orang yang bekerja dan memiliki usaha - selengkapnya baca di http://bisnis.mitraukm.org.

Inovasi Bisnis Sukses

Selain itu, kondisi ini juga berhubungan dengan bagaimana proses mentalitas entrepreunership terbangun. Berdasarkan pengalaman negara-negara maju, tumbuhnya jiwa dan mentalitas kewirausahaan berlangsung secara bertahap dan evolutif. Mentalitas kewirausahaan berawal dari semacam keyakinan di kalangan pelaku usaha bahwa produk yang baik akan menjual diri sendiri.

Artinya, perusahaan tidak perlu melakukan promosi untuk memasarkan produknya asal produk itu berkualitas. Pemikiran semacam ini bisa dimaklumi apabila kebutuhan masyarakat yang sangat tinggi atau lebih besar dibandingkan kapasitas atau kemampuan produksi yang bisa dihasilkan industri.

Orientasi pada produk umumnya terjadi pada pengusaha atau wirasusahawan yang baru memulai usahanya. Mereka kebanyakan tidak memiliki wawasan atau pengalaman yang cukup bagaimana mengarahkan usahanya agar berkembang. Bagi mereka, yang penting adalah memulai usaha dengan kemampuan seadanya yang mereka miliki, baik dari aspek ketrampilan dalam membuat produk, bentuk atau jenis usaha yang dipilih, maupun karena keterbatasan modal yang mereka miliki.

Dalam perkembangannya, mereka akan menemukan banyak pengalaman baru, wawasan yang lebih luas, dan juga berbagai ilmu tentang bagaimana menjalankan dan mengembangkan usaha. Mereka pun kemudian berinteraksi dengan pelaku usaha lainnya maupun berhubungan dengan konsumen dan memperoleh berbagai komplain, kritik, maupun grafik penjualan yang mungkin tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Para pelaku bisnis itu pun pada saatnya akan berusaha untuk menemukan bagaimana mengembangkan usaha di tengah persaingan. Proses ini berlangsung secara alami sebagai proses belajar yang akan semakin mematangkan semangat entrepreunership mereka. Untuk informasi lebih detail lihat di www.mitraukm.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *